Tekken: Blood Vengeance (Indonesia subs)
Hola! Bagi pecinta game terutama yang bergenre fighting, tentu tak asing dengan game berjudul Tekken kan? Nah! Kali ini, Namco membuat CG movie animation berjudul Tekken: Blood Vengeance yang merupakan sequel game-nya. Film ini dirilis pada 26 Juli 2011 dan dalam Blue-Ray pada 22 November 2011. Setting waktu film ini adalah antara Tekken 5 dan Tekken 6.
Death Note Another Note – Halaman 1
Death Note: Another Note – The Los Angeles BB murder files
(Data Kasus Pembunuhan BB di Los Angeles)
Halaman 1: Pesan
Walaupun sekarang kasus itu disebut-sebut sebagai Kasus Pembunuhan BB Los Angeles—judul yang cukup menarik—tapi ketika hal itu benar-benar terjadi, tepat ketika kasus itu terjadi, kasus itu tidak pernah dinamai sedekimian menarik. Media menyebutnya Pembunuhan Wara Ningyo, atau Pembunuhan Beruntun di Ruangan Terkunci L. A, atau nama-nama mengerikan lainnya. Faktanya hal itu tidak perlu diragukan lagi telah membuat Beyond Birthday—pembunuh di balik kasus ini—sangat tersinggung. Tapi anehnya, kupikir nama-nama itu lebih masuk akal untuk menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian, sehari setelah Beyond Birthday melancarkan pembunuhannya yang ketiga, 14 Agustus, 2002, jam 8:15 pagi, waktu lokal, agen FBI Naomi Misora terbaring di kasur apartemennya, baru saja terbangun. Read More…
Final Fantasy 7 Novella: The Case of Lifestream
Yo! Saya balik lagi ke dunia blog. Habis beres-beres rumah nih dan ngubah hampir 30 persen isinya. Kali ini saya nerjemahin audiobook Final Fantasy 7 ‘On the Way to a Smie’ bagian ‘The Case of Lifesream’. Singkatnya ini menceritakan tentang kehidupan Sephiroth di Black Lifestream dan Aerith di White Lifestream. Setting waktu diambil tepat sebelum Final Fantasy 7 Advent Children. Oh ya, ada info (ga) penting di sini.
Selamat membaca!
Disclaimer: Novella ‘On the Way to a Smie’ Written by Kazushige Nojima. English translated by Hitoshura.
Audiobook version (english fan-dub) here
Credit: English translation text by ffviinovels.lhyeung.net
The Case of Lifestream
Translated by Shia Zen!

Lifestream Hitam 1
Pria itu dapat merasakan Lifestream yang mencoba menghanyutkan rohnya—ingatan tentang masa lalu, pikiran dan perasaannya. Jika pria itu memperbolehkan dirinya masuk ke dalam aliran, dirinya yang sebenarnya akan segera melebur dan hilang di antara roh roh yang berputar mengitari planet. Pria itu beranggapan bahwa hal seperti itu tidak bisa diterima. Planet ini yang seharusnya ia kontrol, dan bergabung di dalam sistem berarti tak lebih dari sebuah pengakuan kekalahan.
Pria itu dapat merasakan pergolakan di dalam aliran deras Lifestream. Sebuah tanda dari roh lainnya, kekalahan lain. Ketika Lifestream meledak ke permukaan planet, ia beranggapan bahwa Cloud—tak perlu diragukan lagi—yakin akan kemenangannya. Cloud adalah orang yang telah dua kali mengirim pria itu ke Lifestream. Pria itu tahu jika ia bisa bergantung pada pusat roh lain, maka salah satu dari mereka dapat hidup terpisah, terbebas dari sistem planet. Cloud. Pria itu memutuskan untuk menjadikan Cloud sebagai pusatnya. Dan ia ingin agar Cloud mengetahuinya. Aku masih membencimu. Dan aku juga akan menunjukan pada mu buktinya. Read More…


